PANTAU APBN KOMANDO FISKAL // 2026
SISTEM NOMINAL
DATA ▸ 31 MEI 2026 {{ clock }} WIB
▸ {{ sectionLabel }} RP TRILIUN · KUMULATIF
PENDAPATAN
Rp1.185,0T
37,6% TARGET▲ 19,1% YOY
{{ sparkPen }}
BELANJA
Rp1.365,4T
35,5% PAGU▲ 34,4% YOY
{{ sparkBel }}
DEFISIT
Rp180,4T
0,70% PDBBATAS 3,00%
{{ sparkDef }}
NERACA · PEMASUKAN ⟷ PENGELUARANFIN.01
PENDAPATAN1.185,0 T
BELANJA1.365,4 T
RASIO BELANJA/PENDAPATAN
1,15×
Rp1,15 keluar tiap Rp1 masuk
SELISIH ▸ DEFISIT
180,4 T
ditutup dengan utang baru
RASIO DEFISIT / PDBGAUGE
{{ defisitGauge }}
0,70%
DALAM BATAS AMAN
TGT 2,68% UU 3,00%
⚠ ALERT

Status resmi: aman menurut aturan. Namun sejumlah ekonom & lembaga independen menyoroti beban bunga utang, lonjakan defisit tahunan, dan rasio pajak rendah.

// CATATAN UNTUK ORANG AWAM

Bayangkan APBN seperti keuangan keluarga besar: ada pemasukan (pendapatan) dan pengeluaran (belanja). Karena belanja sedikit lebih besar, selisihnya (defisit) ditutup dengan berutang. Sejauh ini defisit masih jauh di bawah batas yang diizinkan undang-undang.

▸ MASUK · DARI MANA UANG DATANG1.185,0 T
PAJAK 70%
Penerimaan Pajak
PPh & PPN — sumber terbesar penerimaan negara
35,4%834,4 T
Kepabeanan & Cukai
Bea masuk impor & cukai rokok/alkohol/plastik
36,8%123,8 T
PNBP
Bukan pajak: SDA, dividen BUMN, biaya layanan
49,3%226,4 T
▸ KELUAR · KE MANA UANG PERGI1.365,4 T
K/L 38%
NON-K/L 40%
Belanja K/L ▲58,9%
Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertahanan
517,7 T
Belanja Non-K/L ▲47,0%
Subsidi (BBM, listrik), bunga utang, pensiun
541,6 T
Transfer ke Daerah ▼4,9%
Provinsi, kabupaten/kota & desa — satu-satunya pos yang turun
306,1 T
▸ TOP KEMENTERIAN/LEMBAGA · PAGU 2026102 K/L · BPP 3.149,7 T
01
Badan Gizi Nasional (BGN)268,0 T
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
02
Kementerian Pertahanan187,1 T
Modernisasi alutsista & sarana pertahanan
03
Kepolisian RI (Polri)146,0 T
Operasional & modernisasi kepolisian
04
Kementerian Pekerjaan Umum118,5 T
Infrastruktur jalan, air & perumahan
05
Kementerian Kesehatan114,0 T
Layanan & jaminan kesehatan (JKN)
06
Kementerian Agama88,8 T
Pendidikan agama, haji & layanan umat
▸ PROGRAM PRIORITAS · PENYUMBANG BELANJA TERBESARALOKASI FUNGSIONAL · LINTAS-K/L

Angka ini bersifat fungsional (lintas kementerian) sehingga bisa tumpang tindih — bukan penjumlahan langsung dari belanja.

SDMPendidikan
757,8 T
HANKAMPertahanan & Keamanan
424,8 T
ENERGIKetahanan Energi
402,4 T
GIZIMakan Bergizi Gratis (MBG)
335,0 T
KESEHATANKesehatan
244,0 T
EKONOMIDesa, Koperasi & UMKM
181,8 T
PANGANKetahanan Pangan
164,4 T
INVESTASIInvestasi & Perdagangan
57,7 T
★ SOROTAN · MAKAN BERGIZI GRATISPROGRAM #1
Rp335,0Tpagu program · dikelola BGN (Rp268 T)
PENERIMA
82,9 jt
DAPUR (SPPG)
±25.000
SERAPAN (MAR)
44,0 T
⚠ CATATAN PENGAWASAN

ICW: 89 dari 102 yayasan pengelola SPPG terafiliasi parpol/kerabat pejabat. Pimpinan BGN ditangkap Kejaksaan Agung (3 Jun 2026) atas dugaan korupsi.

SRC ▸ ICW · KEJAGUNG · WIKIPEDIA
SUBSIDI 2026
Subsidi Energi210,1 T
BBM solar · LPG 3kg · listrik miskin
Subsidi Non-Energi108,8 T
pupuk · KUR · perumahan
TOTAL318,9 T
PERGERAKAN KUMULATIF · JAN→MEI 2026
PENDAPATAN BELANJA DEFISIT
{{ trendChart }}
TABEL REALISASI
BULAN PENDAPATAN BELANJA DEFISIT %PDB
Januari172,7227,354,60,21
Februari358,0493,8135,70,53
Maret574,9815,0240,10,93
April918,41.082,8164,40,64
Mei1.185,01.365,4180,40,70
// KENAPA POLANYA BEGINI

Pemerintah sengaja mempercepat belanja di awal tahun agar dana cepat beredar dan mendorong ekonomi. Garis belanja sempat melaju jauh di atas pendapatan pada Maret (defisit 0,93%), lalu jaraknya menyempit saat penerimaan pajak menguat.

TOTAL UTANG PEMERINTAHPER 31 MAR 2026
Rp9.920,4T
40,75% PDB (naik dari 40,46% / 2025)
SBN
87,2%
PINJAMAN
12,8%
{{ debtGauge }}
RASIO ▸ BATAS UU 60%
BEBAN BUNGA · 2026FIN.04
Rp599,5T
dialokasikan hanya untuk membayar bunga utang
19%

dari seluruh pendapatan negara habis untuk bunga — sebelum belanja apa pun.

RASIO BUNGA / PENDAPATAN · PEMBANDINGS&P · BANK DUNIA

S&P menilai aman bila di bawah 15%. Indonesia sudah di atasnya.

INDONESIA 2026
19%
AMBANG S&P
15%
PEER (MEN-ATAS)
8,5%
NEGARA MAJU
4%
// ANALOGI

Seperti keluarga yang hampir seperlima gajinya habis untuk membayar bunga cicilan — sebelum membeli kebutuhan apa pun.

Utang jatuh tempo 2026± 834 T
Bunga + pokok / pendapatan± 45%
SUMBER ▸ ISEAI
// PENILAIAN BERIMBANG

Pemerintah menyebut APBN "amat aman". Sejumlah ekonom & lembaga independen menyoroti hal-hal berikut — disajikan agar Anda menilai lebih utuh, bukan untuk menakut-nakuti.

RISK-01 · TINGGI
+763%
Defisit melonjak tajam (tahunan)

Defisit Mei 2026 (180,4 T) hampir 9× lipat Mei 2025 yang hanya 20,9 T.

SRC ▸ KONTAN · KEMENKEU
RISK-02 · SEDANG
−95,8 T
Keseimbangan primer sempat jebol

Maret: defisit primer 95,8 T melampaui jatah setahun (89,7 T). Membaik jadi surplus 58,6 T per Mei.

SRC ▸ KOMPAS · INDEF
RISK-03 · TINGGI
±10%
Rasio pajak masih rendah

Hanya ~10% dari ekonomi (sempat 8,42% pada 2025). Realisasi pajak 2025 cuma 87% target.

SRC ▸ ISEAI · BISNIS · CSIS
RISK-04 · SEDANG
↓ NEGATIF
Outlook utang diturunkan

Moody's & Fitch turunkan prospek SBN ke negatif; S&P soroti rasio bunga di atas 15%.

SRC ▸ TEMPO · BISNIS
RISK-05 · TINGGI
±17.500
Rupiah sempat melemah

Menekan ruang fiskal: subsidi energi & utang valas jadi lebih mahal.

SRC ▸ KONTAN · CORE
NOTE · METODOLOGI
DANANTARA
Cara membaca angka

Sejak 2025 dividen BUMN tak lagi di APBN (kelola Danantara) — bikin pendapatan terlihat lebih kecil.

SRC ▸ JERNIH.CO
// SUARA EKONOM

"Defisit yang mencapai sepertiga target tahunan di kuartal I sudah jadi peringatan dini, dengan potensi shortfall penerimaan ke depan."

— YUSUF RENDY MANILET · CORE

"Lebih aman penghematan & penundaan program yang tak mendesak ketimbang langsung memperlebar defisit."

— TAUHID AHMAD · INDEF

Untuk keseimbangan: pemerintah menegaskan rasio utang 40,75% masih jauh di bawah batas 60% — lebih rendah dari Malaysia (64%), Thailand (63,5%), maupun Singapura (165%) — dan defisit dijaga di bawah 3%. Intinya: aman menurut aturan, namun trennya perlu terus dipantau.